Seumpama kau adalah pungguk
Mencintaimu aku akan menjadi dahan
Dengan tabah menopangmu di atas tubuhku
yang kerap patah
Meski kenyataanya, kau masih saja terus
merindu bulan kala malam datang.
Seumpama kau adalah daun yang kering
Mencintaimu aku akan menjadi air
Takkan menenggelamkanmu hingga ke dasar
Meski pohon tak pernah merasa
kehilangan saat tanpa suara ku dijatuhkan.
Seumpama kau adalah cangkir
Mencintaimu aku akan menjadi tatakan
Akan selalu mengindahkan
Sekalipun lingkar tubuhmu selalu
dijamah
Lalu terkulum bibir lain dalam tiap
sesapan.
Seumpama kau bukanlah siapa-siapa
Mencintaimu aku akan menjadi seperti
apapun yang kubisa
Selalu ada untuk membahagiakan meski dalam
diam
Hingga pada akhirnya hatimu menemukanku
sebagai cinta yang selama ini kau dambakan
0 komentar:
Posting Komentar