Sabtu, 30 November 2013

Hadiah Kecil Untukmu


Teruntuk “Lelakiku”
Esok adalah hari paling bersejarah dalam  pencapaianmu
Penuh bahagia, itu pasti
Membayangkan senyummu malam ini saja
Hatiku terasa begitu tersentuh
Hingga tanpa sadar
Kolam di mataku telah penuh dengan genangan airnya

Senin, 25 November 2013

Pada Sebuah Senja (Yang Terakhir)

Senja kala itu, entah kenapa terlihat begitu mesra di mataku
Menjadi saksi untuk pertemuan kita yang terakhir, mungkin itu sebabnya
Sekuat mungkin, aku mencoba untuk menahan tangis ini, agar tak pecah
Tapi apa daya, bendungan yang kumiliki, tak sekuat perih yang ada di hati

Maaf

Sesaat sebelum kepergianmu kala itu. Terlihat guratan di wajahmu, yang aku tau itu menandakan sebuah kesedihan. Sorot mata dan kerutan di dahimu, seakan mengatakan ada begitu banyak beban yang kau bawa saat meninggalkan kota ini. Entah itu benar atau  tidak yang kurasakan, tapi melihatnya membuatku ingin membenamkan kepalamu  dalam pelukan dan dadaku. Membelai kepalamu, memeluk dengan sangat erat tubuhmu dan mengecup mesra keningmu. Aku ingin merasakan apa yang  sebenarnya kau pendamkan.

Rabu, 13 November 2013

Pergi Saja ; KAMU

Aku tak pernah menyesali 
Segala rasa yang telah kuberikan kepadamu 
Aku pun tak pernah menyesali 
Atas rasa sakit yang kurasakan karena kisahku denganmu 
Tapi yang aku sesali 
Kenapa kita dipertemukan 
Disaat kau dan aku telah termiliki oleh orang lain

Setiap detik, menit, jam dan hari
Kuhabiskan hanya untuk memikirkan
Apa yang harus kukatakan 
Saat kau menanyakan kepadaku 
Perihal apa yang kuharap darimu
Dan apa yang kumau darimu

Tak Ada Lagi "KITA"

Telah kutanggalkan semua kenangan itu
Semenjak kau memilih untuk berjalan memunggungiku
Dengan begitu angkuhnya kau melangkah
Dan membiarkan aku terbenam dalam setiap tetes air mata
Yang tak pernah ingin aku jatuhkan
Sementara aku

Dengan bodohnya, terus terseok meratapi penghianatan

Harus Dengan Apa ?

Kali ini, pagi memaksa mila kembali menangis. Perisai dan bendungan yang telah sekuat tenaaga ia bangun kala malam saat ia terjaga, tak mampu menahan dan membendungnya. Apa yang salah ?? siapa yang salah ?? Sedikit pun tak bisa ia menjawabnya.

  "untuk apa  hadirku disini jika kenyataannya membuatmu terus merasa sakit seperti ini ?? Apa artinya hubungan ini jika tak membuatmu  bahagia ?? Untuk apa aku terus bertahan dan selalu memaafkan jika engaku tak merasa bahagia dan merasa selalu aku salahkan ??"

mungkin ia terlalu bergantung padanya selama ini. Sehingga ketika apa yang ia rasakan tak seperti apa yang ia harapkan, ia begitu merasa sulit untuk menerimanya. 

"Mencintai itu sulit. Meski terus merasa sakit kita harus tetap membahagiakannya" 

Mungkin itu yang harus mila pahami. Tapi dengan apa ?? jika bertahannya ia disini slalu membuatnya pedih seperti ini.
 
Pecinta yang Diam Blogger Template by Ipietoon Blogger Template