Rabu, 26 Maret 2014

Sepasang Doa(Kita)

Pada tiap helai daun kering yang jatuh itu skand
Di sana tertulis "semoga" yang kerap kau ucapkan
Dan "aamiin-ku" ialah apa yang tak pernah kau bayangkan;
Ialah tanah kering yang kelak ditumbuhi tanaman
Ialah hujan gerimis yang takkan pernah sebabkan gigil kedinginan
Ialah angin yang bawakan serbuk sari kepada putik.
Kau tau artinya?
Kelak, di tanah kering yang dijatuhi dedaunan kering ini
Tanaman kan berbunga indah tiada henti.
Kita hanya butuh sedikit air untuk membuatnya berbuah.
Dan kelak, ketika Tuhan telah menyambut sepasang tangan kita
Seberapapun deras hujan membasahi
Seberapapun angin menghempas tubuh ringkih ini
Kita akan tetap berpegangan erat
Hangat dalam tiap titik-titik hujan yang kian rapat.

Kabut di Mataku


Musim telah berganti
Di mataku yang langit
Awan telah berubah hitam
Menampung titik-titik air yang kelak kan menjadi hujan

Angin gemerisikkan dedaunan
Mengalunkan dahan kesana-kemari
Menari
Rayakan guguran daun kering
 
Harusnya langit telah turunkan hujan
Harusnya kabut tak lagi betah sesakkan dada
Harusnya mataku telah bening melihat sekitar
Harusnya

Namun langit tetap saja gelap
Awan hitam tetap kukuh tak teteskan hujan
Langit tetap kelabu
Dan kabut terlalu kukuh halangi mataku

 
Pecinta yang Diam Blogger Template by Ipietoon Blogger Template